bisa negosiasi di whatsapp
Mengapa Brand Anda Harus Memprioritaskan Live Streaming di 2026: Analisis Pasar Rp789 Triliun
7/16/20261 min read
Menggali Pasar Live Streaming di Asia Tenggara
Sementara Anda membaca kalimat ini, ada Rp789 triliun berpindah tangan lewat live streaming di Asia Tenggara, dan Indonesia adalah pasar terbesarnya. Dengan angka yang demikian besar, tidak ada alasan bagi brand-owner untuk meragukan pentingnya menghadirkan live commerce sebagai bagian dari ekosistem pemasaran mereka. Di sinilah terletak urgensi bagi para pelaku bisnis untuk memanfaatkan tren ini seoptimal mungkin.
Pertumbuhan Pesat E-commerce dan Live Streaming
Berdasarkan data dari Momentum Works dan Tabcut, total Gross Merchandise Value (GMV) e-commerce di Indonesia mencapai US$57,7 miliar (Rp999,4 triliun) pada tahun 2025, menjadikannya sebagai yang terbesar di Asia Tenggara. Selain itu, TikTok Shop dan Tokopedia turut berkontribusi dengan GMV gabungan sebesar US$45,6 miliar (±Rp789,8 triliun) sehingga menduduki posisi kedua dalam persentase pangsa pasar. Artinya, pasar e-commerce di Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat pesat, dengan live streaming sebagai saluran yang dominan.
Live Streaming: Alat Penjualan yang Efektif
Menurut TMO Group, live streaming menyumbang hingga 80% dari total penjualan di TikTok Shop. Hal ini sangat menunjukkan bagaimana format interaktif ini bukan hanya sekadar tren, tetapi menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan penjualan dan interaksi dengan konsumen. Perusahaan yang tidak memanfaatkan platform ini berisiko ketinggalan, mengingat adanya peluang besar di depan mata.
Dengan angka-angka yang mengesankan ini, brand owner kini dihadapkan pada tantangan dan juga kesempatan. Ketika kompetitor sudah melakukan live streaming selama 6 jam sehari, pertanyaannya bukan lagi apakah brand Anda perlu terlibat dalam live streaming, melainkan mengapa Anda belum melakukannya? Jangan sampai Anda terlewatkan dari gelombang tren ini yang bisa jadi penentu sukses pemasaran di tahun mendatang.
Penutupan: Dengan kapitalisasi pasar yang diprediksi mencapai Rp789 triliun, investasi dalam live commerce adalah langkah strategis, bukan sekadar eksperimen. Brand Anda tidak hanya dapat meraih perhatian konsumen, tetapi juga membangun loyalitas yang lebih kuat melalui pengalaman berbelanja yang lebih interaktif. Saatnya untuk beradaptasi dan menerapkan strategi yang tepat untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga unggul dalam kompetisi yang semakin ketat di era digital ini.